Semarang, 29 Oktober 2026 — Tim riset Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang menggelar Sharing Session #3 bersama mahasiswa magang dengan topik pengenalan akun peneliti dan platform riset digital. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk memahami berbagai layanan digital yang dapat mendukung penelusuran literatur, pengelolaan identitas akademik, dan publikasi ilmiah.

Diskusi diawali dengan pengenalan ORCID sebagai identitas digital unik yang membantu peneliti menghubungkan publikasi dan aktivitas akademiknya. Peserta juga mempelajari akun Scopus dan Scopus Author ID, termasuk perbedaan fungsi keduanya. Akun Scopus digunakan untuk mengakses layanan platform, sedangkan Scopus Author ID berfungsi mengidentifikasi penulis dan menghubungkan publikasinya dalam basis data Scopus.

Pembahasan kemudian berlanjut pada pengenalan OpenAlex, platform data terbuka yang menyediakan informasi mengenai publikasi, penulis, institusi, dan sitasi untuk mendukung penelusuran serta pemetaan riset. Peserta juga dikenalkan dengan Directory of Open Access Journals (DOAJ) sebagai direktori jurnal akses terbuka dan ScienceDirect sebagai platform untuk menelusuri artikel jurnal serta buku ilmiah dari berbagai bidang keilmuan.

Sesi berikutnya berfokus pada praktik penggunaan API key Scopus untuk menghubungkan layanan Scopus dengan perangkat lunak Publish or Perish. Melalui praktik ini, peserta mempelajari cara menelusuri data artikel ilmiah dari Scopus menggunakan Publish or Perish. Selain itu, peserta diperkenalkan pada cara mengekspor metadata publikasi dalam format RIS agar dapat diimpor ke aplikasi manajemen referensi, seperti Mendeley, untuk membantu pengelolaan sumber pustaka dan sitasi.

Melalui Sharing Session #3, tim riset dan mahasiswa magang diharapkan semakin memahami fungsi berbagai akun dan platform digital untuk mendukung kegiatan penelitian. Pengetahuan ini menjadi bekal untuk menelusuri literatur secara lebih terarah, mengelola metadata publikasi, serta membangun rekam jejak akademik yang mendukung pengembangan riset dan publikasi ilmiah di lingkungan Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *