Semarang – Rabu Wage, 1 Juli 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menerima kunjungan perwakilan Alliance Française Semarang, Kiki Martaty Widjaya, di Ruang Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penguatan kerja sama internasional dalam bidang ilmu falak, astronomi, dan pengembangan planetarium.

Kiki Martaty Widjaya diterima langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., didampingi Wakil Rektor II, Prof. Dr. Arif Junaidi, M.Ag., serta Kepala UPT Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I.

Dalam pertemuan tersebut, Alliance Française Semarang menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan Ilmu Falak sebagai salah satu distingsi akademik UIN Walisongo. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembukaan akses kerja sama dengan universitas, lembaga riset, dan planetarium di Prancis.

Salah satu agenda yang dibahas adalah pengembangan kerja sama antara Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo dengan berbagai planetarium di Prancis. Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup pengembangan program edukasi astronomi, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan pengelolaan planetarium berstandar internasional.

Selain itu, kedua belah pihak juga menjajaki peluang kerja sama penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah, pertukaran akademik, dan sharing data astronomi dengan sejumlah universitas di Prancis guna memperkuat pengembangan Ilmu Falak dan astronomi observasional.

Kepala UPT Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi UIN Walisongo sekaligus upaya memperkuat posisi Ilmu Falak sebagai bidang unggulan universitas.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat menghadirkan berbagai program internasional yang bermanfaat, mulai dari penelitian bersama, pertukaran keilmuan, hingga pengembangan Planetarium dan Observatorium sebagai pusat edukasi astronomi dan ilmu falak yang bereputasi internasional,” ujarnya.

Pertemuan tersebut juga membahas rencana penyelenggaraan Camp Astronomy serta pelatihan astrofotografi bersama Thierry Legault, pakar astrofotografi asal Prancis yang dikenal luas di dunia. Program ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi mahasiswa, dosen, peneliti, komunitas astronomi, dan masyarakat dalam bidang observasi langit dan astrofotografi.

Melalui kerja sama ini, UIN Walisongo Semarang menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring internasional serta mengembangkan Planetarium dan Observatorium sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang ilmu falak dan astronomi.

Penulis : L. Achmad Farid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *