Medan, 27 Juli 2026 – Semangat memperkuat jejaring observatorium kampus di Indonesia kembali ditegaskan melalui Seminar Nasional bertajuk “Observatorium Kampus: Sinergi dan Kolaborasi” yang diselenggarakan di Aula Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU), Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya akademisi, peneliti, dan praktisi ilmu falak untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta strategi dalam mengembangkan observatorium kampus yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., Kepala Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, serta Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A., Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU). Keduanya berbagi pengalaman mengenai pengelolaan observatorium kampus, penguatan tata kelola kelembagaan, inovasi layanan edukasi, hingga strategi membangun jejaring kerja sama nasional dan internasional.
Dalam pemaparannya, Dr. Muh. Arif Royyani menegaskan bahwa observatorium kampus saat ini memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar fasilitas pengamatan benda langit. Menurutnya, observatorium harus mampu menjadi pusat pendidikan, laboratorium penelitian, wahana pengabdian kepada masyarakat, sekaligus destinasi edukasi yang mampu meningkatkan literasi astronomi dan ilmu falak di tengah masyarakat.
“Kemajuan observatorium kampus tidak dapat dibangun sendiri. Dibutuhkan semangat berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Dari sinergi itulah lahir berbagai inovasi yang akan membawa observatorium kampus Indonesia semakin maju dan berdaya saing di tingkat internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menyampaikan bahwa OIF UMSU terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu falak yang terbuka terhadap kolaborasi lintas institusi. Menurutnya, jejaring antarobservatorium merupakan modal penting dalam memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Diskusi Interaktif Bahas Strategi Akreditasi Program Studi Ilmu Falak
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan diajukan terkait pengembangan observatorium maupun penguatan pendidikan ilmu falak di perguruan tinggi.
Salah satu pertanyaan penting disampaikan oleh Muhammad Hidayat, M.Pd., Ketua Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam UMSU. Beliau menanyakan mengenai langkah yang perlu diprioritaskan dalam mempersiapkan akreditasi Program Studi Ilmu Falak.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Muh. Arif Royyani menjelaskan bahwa keberhasilan akreditasi tidak hanya bergantung pada penyusunan dokumen, tetapi harus dibangun melalui budaya mutu yang diterapkan secara berkelanjutan. Menurutnya, terdapat beberapa aspek strategis yang perlu menjadi prioritas, antara lain:
- Penguatan tata kelola program studi
- Implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE)
- Peningkatan kualitas dosen melalui penelitian dan publikasi ilmiah
- Optimalisasi laboratorium dan observatorium sebagai sarana pembelajaran
- Perluasan kerja sama nasional maupun internasional
- Penguatan sistem penjaminan mutu internal yang terdokumentasi dengan baik
Beliau juga menambahkan bahwa akreditasi sejatinya merupakan refleksi dari kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara menyeluruh, sehingga seluruh sivitas akademika harus memiliki komitmen yang sama dalam membangun budaya akademik yang unggul.

Penyerahan Cendera Mata Pererat Persahabatan Antar Observatorium
Sebagai penutup rangkaian seminar, Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menyerahkan cendera mata kepada Kepala OIF UMSU, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A.
Penyerahan cendera mata tersebut menjadi simbol persahabatan, sinergi, dan komitmen kedua institusi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan astronomi dan ilmu falak di Indonesia.
Melalui forum ini, kedua institusi berharap dapat merealisasikan berbagai program strategis, seperti penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar ilmiah, pengembangan teknologi observatorium, hingga penyusunan program bersama yang mampu meningkatkan daya saing observatorium kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Seminar nasional ini menjadi bukti bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam membangun masa depan observatorium kampus di Indonesia. Dengan semangat “Dari Sinergi Menuju Inovasi”, UIN Walisongo Semarang dan OIF UMSU optimistis dapat menghadirkan berbagai terobosan yang tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan astronomi, ilmu falak, dan peradaban Indonesia.
