Semarang, 3 Agustus 2026 – Dalam upaya memperkuat jejaring akademik serta mengembangkan riset di bidang astronomi dan ilmu falak, Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) bersama Planetarium dan Observarium UIN Walisongo Semarang menggelar Rapat Koordinasi dan Kerja Sama secara daring melalui platform Zoom Meeting. Pertemuan yang mempertemukan staf serta pengelola dari kedua instansi ini menjadi ruang diskusi strategis untuk menyelaraskan agenda keilmuan dan pelayanan publik di masa mendatang.

Rapat dibuka dan dipimpin secara resmi oleh Haryadi Putraga, S.Pd., perwakilan dari OIF UMSU. Dalam pembukaannya, ia menjelaskan tentang pentingnya membangun sinergi antar planetarium dan observatorium perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas jangkauan edukasi astronomi kepada masyarakat, tetapi juga untuk memperkuat fondasi penelitian bersama yang relevan dengan perkembangan ilmu falak modern.

“Rapat ini adalah awal dari kerjasama kita yang nantinya kita sama-sama berkolaborasi untuk mengembangkan keilmuan astronomi khususnya pada bidang keplanetariuman dan keobservatoriuman, melalui ciri khas masing-masing.” Ujar Haryadi.

Usai pembukaan resmi, rapat dilanjutkan dengan diskusi santai namun produktif. Dalam sesi ini, kedua pihak saling memaparkan dan menyelaraskan berbagai agenda kegiatan astronomi yang akan datang. Pembahasan meliputi potensi penelitian bersama yang memanfaatkan instrumen serta data pengamatan dari masing-masing observatorium, hingga agenda observasi fenomena langit terdekat.

Adapun agenda pengamatan terdekat yang akan dikolaborasikan oleh kedua lembaga, yaitu: Pengamatan hujan meteor perseid dan kegiatan rukyatul hilal awal bulan robiul awal 1447 H pada tanggal 12-14 agustus 2026. Dimana tanggal tersebut juga diperingati sebagai hari Pekan Astronomi Amatir Nasional.

“Melalui agenda Pekan Astronomi Amatir Nasional (PAAN) diharapkan bisa menyatukan kita serta bersinergi dalam pengembangan astronomi di Indonesia. Hal ini selaras dengan tujuan, visi, dan misi dari kedua lembaga serta untuk menghidupkan dan mengenalkan lebih luas ke masyrakat tentang astronomi.” Ujar Wali Cosara selaku staf planetarium uin walisongo semarang.

Tidak hanya berfokus pada ranah akademis dan penelitian, diskusi juga diwarnai dengan sesi sharing mengenai tata kelola layanan publik. Masing-masing instansi membagikan pengalaman, tantangan, serta inovasi dalam mengelola kunjungan, instrumentasi, hingga program literasi astronomi bagi pelajar dan masyarakat umum. Pertukaran pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bahan diskusi selanjutnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan edukasi astronomi di kedua lembaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *