SEMARANG — Siapa bilang belajar astronomi hanya berkutat pada rumus, angka, dan buku pelajaran? Di Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, para pelajar dapat merasakan sensasi seolah-olah terbang meninggalkan Bumi, melintasi planet-planet, menembus gugusan bintang, hingga menjelajahi keindahan galaksi di alam semesta!
Pengalaman edukasi astronomi yang luar biasa inilah yang menjadi daya tarik kunjungan tahunan Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati, pada Ahad (11/10/2026).
Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda wisata pendidikan biasa. Para peserta memperoleh kesempatan memadukan khazanah keilmuan falak pesantren dengan perkembangan astronomi modern, mulai dari pembelajaran hisab-rukyat hilal, pengenalan teknologi teleskop robotik, hingga menikmati keindahan pertunjukan film astronomi di salah satu planetarium paling megah di kawasan Asia Tenggara.
Serasa Terbang ke Luar Angkasa! Keindahan Show Film Astronomi 4K yang Memukau
Salah satu daya tarik paling istimewa dari kunjungan ini adalah pengalaman menikmati pertunjukan film luar angkasa di ruang dome theater Planetarium UIN Walisongo, yang dikenal sebagai planetarium terbesar di Asia Tenggara.
Bayangkan! Para penonton duduk di bawah kubah raksasa berdiameter 18 meter, sementara hamparan langit, bintang, planet, nebula, dan galaksi ditampilkan melalui teknologi visual digital yang begitu memukau.
Berbeda dari bioskop konvensional, layar planetarium berbentuk kubah yang melingkupi pandangan penonton, sehingga menghadirkan sensasi imersif seolah berada di tengah alam semesta.
Dengan sistem teknologi astronomi Digistar 6, kualitas visual 4K, layar kubah berteknologi nanocoating dan nanoseam, serta sistem tata suara surround 5.1, pertunjukan semakin terasa hidup, indah, dan mengesankan.
Planetarium ini memiliki kapasitas sekitar 190 kursi dalam satu sesi pertunjukan, menjadikannya salah satu fasilitas eduwisata astronomi unggulan yang dapat dinikmati secara berkelompok oleh sekolah maupun madrasah.
Melalui sajian visual astronomi, peserta diajak mengenal keajaiban tata surya, keindahan planet dan satelit alaminya, gugusan bintang, hingga struktur galaksi Bima Sakti.
Di sinilah ilmu pengetahuan bertemu dengan keindahan. Astronomi bukan hanya dipahami melalui angka dan teori, melainkan juga dapat dirasakan melalui pengalaman visual yang menyenangkan dan sulit dilupakan.
Pertunjukan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang menarik untuk membangkitkan rasa ingin tahu, imajinasi, dan kecintaan generasi muda terhadap sains serta kebesaran alam ciptaan Allah SWT.
Dari Kitab Ilmu Falak ke Teknologi Teleskop Robotik
Selain menikmati pertunjukan astronomi, rombongan MA Salafiyah Kajen Pati juga mendapatkan edukasi mengenai ilmu hisab dan rukyat hilal.
Para peserta diperkenalkan dengan bagaimana para ahli falak menentukan posisi Matahari dan Bulan, menghitung waktu ijtimak, ketinggian hilal, elongasi, dan berbagai parameter astronomis dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Pembelajaran menjadi semakin menarik ketika peserta mengenal praktik pengamatan menggunakan teleskop robotik, yakni teknologi teleskop modern yang dapat diarahkan menuju koordinat benda langit secara terkomputerisasi dan presisi.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa ilmu falak yang diwariskan para ulama bukanlah disiplin ilmu yang berhenti pada tradisi masa lalu, melainkan terus berkembang bersama kemajuan sains dan teknologi.
Dari kitab kuning menuju teleskop digital. Dari perhitungan hisab menuju observasi ilmiah. Dari ruang kelas menuju laboratorium astronomi modern.
Hilal Telah Berada pada Ketinggian 6 Derajat, tetapi Tertutup Awan Tebal
Kunjungan MA Salafiyah Kajen berlangsung bersamaan dengan agenda pengamatan hilal pada 29 Rabiul Akhir 1448 H untuk menyongsong awal Jumadilawal 1448 H.
Berdasarkan hasil perhitungan astronomis Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang, data posisi hilal pada 11 Oktober 2026 adalah sebagai berikut:
– Ketinggian hilal: 6° 01′ 44,73″
– Elongasi geosentris: 10° 15′ 49,50″
– Elongasi toposentris: 9° 34′ 54,32″
– Umur hilal: 18 jam 42 menit 09 detik
– Iluminasi hilal: 0,70 persen
– Azimut hilal: 256° 02′ 04,19″
– Azimut Matahari: 262° 43′ 57,15″
– Ijtimak: 10 Oktober 2026 pukul 22.50.05 WIB
– Matahari terbenam: 17.32.14 WIB
– Hilal terbenam: 18.01.43 WIB
– Lama hilal di atas ufuk: 29 menit 29 detik
Secara astronomis, posisi hilal telah melampaui batas minimum kriteria imkanur rukyat MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri.
Awan sangat tebal yang menyelimuti langit di arah pengamatan menyebabkan hilal tidak berhasil terlihat, meskipun secara astronomis ketinggiannya telah mencapai sekitar 6 derajat.
Kenyataan tersebut menjadi pembelajaran berharga bahwa keberhasilan rukyatulhilal tidak hanya ditentukan oleh posisi geometris Bulan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, cuaca, dan transparansi langit.
Kepala Planetarium: Rukyatulhilal Merupakan Laboratorium Pendidikan dan Pengayaan Data Ilmiah
Kepala Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., M.S.I., menegaskan bahwa rukyatulhilal memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan astronomi Islam.
Menurutnya, kegiatan rukyatulhilal tidak boleh dimaknai sebatas berhasil atau tidaknya melihat hilal.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan proses pengayaan data astronomis, pendidikan, penelitian, dan pengembangan pengalaman observasi bagi mahasiswa S1 dan S2 Ilmu Falak serta komunitas pecinta ilmu falak.
Pengamatan langsung memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan peserta untuk membandingkan hasil perhitungan astronomis dengan kondisi alam yang sebenarnya.
Meskipun cuaca menghalangi pengamatan hilal, kegiatan tetap memberikan pengalaman ilmiah dan pendidikan yang sangat berharga.
Kepala Planetarium juga menekankan bahwa fasilitas planetarium dan observatorium harus terus dikembangkan sebagai pusat integrasi ilmu falak, astronomi, teknologi, dan pendidikan masyarakat.
Melalui program eduwisata astronomi, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman pembelajaran yang membangkitkan imajinasi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Kunjungan Tahunan MA Salafiyah Kajen, Bukti Sinergi Pesantren dan Perguruan Tinggi
Kunjungan tahunan MA Salafiyah Kajen Pati juga menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lembaga pendidikan dalam memperkaya pengalaman belajar peserta didik.
Terlebih, MA Salafiyah Kajen dan UIN Walisongo Semarang telah menjalin kerja sama kelembagaan dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kepala Planetarium menyampaikan apresiasi atas komitmen MA Salafiyah Kajen dalam menjadikan kunjungan edukasi astronomi sebagai agenda yang berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan madrasah lain untuk mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pengalaman langsung melalui pemanfaatan teknologi dan fasilitas pendidikan modern.
Rukyatulhilal Libatkan Akademisi dan Komunitas Ilmu Falak
Dalam agenda pengamatan hilal tersebut, Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo juga mengundang berbagai unsur akademisi, organisasi Islam, dan komunitas ilmu falak.
Di antaranya pimpinan UIN Walisongo, pengelola Program Studi S1 dan S2 Ilmu Falak, HMJ Ilmu Falak, HMJ Fisika, Ormas Keagamaan di Kota Semarang.
Sejumlah insan media, di antaranya NU Online, tvOne wilayah Jawa Tengah, dan TVRI Stasiun Jawa Tengah, juga turut diundang.
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi pengembangan ilmu falak, pendidikan astronomi, dan literasi sains kepada masyarakat.
Saatnya Sekolah dan Madrasah Lain Menghadirkan Pengalaman Belajar yang Berbeda!
Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang terus membuka kesempatan bagi lembaga pendidikan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menarik, inspiratif, sekaligus penuh nilai ilmiah.

Mulai dari PAUD dan TK, MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK, pesantren, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum dapat mengenal keajaiban astronomi melalui program edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Pertunjukan film luar angkasa di bawah kubah raksasa, simulasi perjalanan menjelajahi alam semesta, pengenalan teleskop modern, serta pembelajaran ilmu falak menjadi daya tarik yang membedakan kunjungan ke planetarium dengan wisata pendidikan pada umumnya.
Di sini, anak-anak tidak hanya diajak mengenal nama-nama planet, tetapi juga diajak membayangkan betapa luasnya alam semesta. Tidak sekadar mempelajari Bulan dan Matahari, tetapi memahami bagaimana keduanya bergerak dan dapat dihitung secara ilmiah.
Inilah pengalaman belajar yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus menginspirasi lahirnya generasi ilmuwan, astronom, ahli falak, dan inovator masa depan.
MA Salafiyah Kajen Pati telah menjadikan kunjungan ke Planetarium UIN Walisongo sebagai agenda tahunan. Kini, sekolah dan madrasah lain juga berkesempatan menghadirkan pengalaman serupa bagi peserta didiknya.
Sebab, pendidikan yang berkesan tidak hanya menghadirkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan mimpi dan cita-cita.
Jangan biarkan anak-anak hanya mengenal indahnya alam semesta dari buku dan layar ponsel. Ajak mereka merasakan sensasi menjelajahi galaksi di Planetarium UIN Walisongo Semarang!
MA Salafiyah Kajen sudah menjelajahi semesta. Sekolah dan madrasah Anda, kapan menyusul?
—
PLANETARIUM & OBSERVATORIUM K.H. ZUBAIR UMAR AL-JAILANI
UIN Walisongo Semarang
Belajar Bersama, Jelajah Luar Angkasa
Informasi dan reservasi kunjungan edukasi:
WhatsApp: 0877-4884-1070
Website: www.planetarium.walisongo.ac.id
Instagram: @planetarium.uinws
Email: [email protected]
