Semarang — Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang kembali melaksanakan kegiatan pembekalan kemampuan teknis di bidang astronomi, khususnya dalam pengoperasian dan simulasi teleskop. Kegiatan yang berlangsung sore tadi tersebut menghadirkan tim astrofotografer Planetarium UIN Walisongo sebagai pemateri.

Materi yang disampaikan berfokus pada kemampuan teknis dalam menyimulasikan pergerakan teleskop melalui perangkat lunak (software). Peserta diperkenalkan pada proses menentukan arah teleskop serta melakukan simulasi agar teleskop dapat mengarah dan mengikuti pergerakan objek-objek astronomis secara tepat.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan pengamatan astronomi. Teleskop tidak hanya dituntut mampu diarahkan menuju posisi suatu objek langit, tetapi juga perlu mengikuti pergerakan semu objek akibat rotasi Bumi. Proses simulasi melalui software membantu memastikan koordinat, arah, serta pergerakan teleskop dapat disesuaikan dengan posisi objek astronomis yang akan diamati.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai keterkaitan antara data posisi benda langit dengan sistem pengendalian teleskop. Pemahaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan observasi secara lebih terarah dan akurat.

Pembekalan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, khususnya dalam mendukung kegiatan observasi, edukasi astronomi, maupun astrofotografi. Penguasaan terhadap perangkat lunak simulasi dan sistem pengendalian teleskop menjadi keterampilan dasar yang penting bagi pelaksana kegiatan pengamatan astronomi.

Kegiatan berlangsung dengan penyampaian materi dan praktik simulasi secara langsung. Peserta dapat mengikuti proses pengaturan teleskop secara virtual sekaligus memahami bagaimana teleskop diarahkan menuju objek tertentu dan mempertahankan pelacakannya mengikuti pergerakan objek tersebut.

Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami konsep pengamatan benda langit secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat diterapkan dalam kegiatan observasi menggunakan instrumen astronomi secara nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *