JAKARTA, 30 Oktober 2026 – Pengembangan budaya penelitian sejak jenjang madrasah menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan Kepala Laboratorium Terpadu dan Planetarium UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., dengan perwakilan MAN 1 Magelang di stand Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dalam gelaran Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat. Perwakilan MAN 1 Magelang, Bu Vya selaku laboran dan Bu Fitri selaku guru Tata Boga, memperkenalkan Mimoca Tea, produk teh herbal hasil penelitian dan inovasi siswa yang dikembangkan melalui pendampingan guru.

Arif Royyani turut mencicipi produk tersebut dan mengapresiasi upaya siswa dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi produk nyata. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya membangun budaya riset dan kreativitas sejak pendidikan menengah. Penelitian tidak hanya berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi juga dapat menghasilkan inovasi yang memiliki nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga memperkenalkan berbagai peluang pengembangan akademik di UIN Walisongo yang dapat menjadi ruang bagi lulusan madrasah untuk melanjutkan minat dan kemampuan penelitiannya. Dengan cakupan keilmuan yang meliputi bidang keagamaan, sosial-humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, hingga kedokteran, UIN Walisongo menyediakan beragam pilihan pendidikan tinggi sesuai minat dan potensi siswa.

Bagi siswa yang telah memiliki pengalaman penelitian dan inovasi produk, perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk memperdalam metodologi penelitian, memanfaatkan fasilitas laboratorium, serta mengembangkan hasil karya menjadi penelitian dan inovasi yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Arif Royyani juga memperkenalkan Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo sebagai fasilitas pendidikan, penelitian, dan edukasi astronomi. Melalui program kunjungan edukatif, pelajar dapat mengenal tata surya, benda-benda langit, serta berbagai fenomena astronomi secara interaktif. Fasilitas ini juga membuka ruang pembelajaran yang menghubungkan sains modern dengan khazanah keilmuan Islam, khususnya ilmu falak.

Pertemuan tersebut membuka peluang penguatan hubungan antara madrasah dan perguruan tinggi, baik melalui pengenalan program studi, pendampingan penelitian siswa, kunjungan akademik, maupun pemanfaatan fasilitas laboratorium dan Planetarium untuk kegiatan pembelajaran.

UIN Walisongo hadir dalam IES 2026 melalui kolaborasi Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Planetarium dan Observatorium. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kontribusi akademik sekaligus memperluas jejaring dengan lembaga pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui semangat Unity of Sciences, UIN Walisongo terus mendorong keterhubungan berbagai bidang keilmuan dan penguatan kolaborasi pendidikan. Pertemuan dengan perwakilan MAN 1 Magelang menjadi salah satu ruang untuk membangun kesinambungan tersebut, agar kreativitas dan budaya penelitian yang tumbuh di madrasah dapat terus berkembang di lingkungan perguruan tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *