Semarang, 14 September 2026 — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengunjungi Stand Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang dalam rangkaian Pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di kawasan Simpang Lima, Semarang.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi UIN Walisongo Semarang untuk memperkenalkan berbagai program edukasi astronomi, ilmu falak, pengamatan benda langit, rukyatul hilal, serta layanan Planetarium dan Observatorium kepada masyarakat luas.
Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Tengah melihat secara langsung berbagai materi edukasi dan informasi yang disajikan di stand. Tim Planetarium juga memperkenalkan program-program unggulan, mulai dari pertunjukan edukasi astronomi di ruang dome, pengamatan langit menggunakan teleskop, edukasi rukyatul hilal, pengenalan fenomena astronomi, hingga berbagai kegiatan literasi sains untuk pelajar, mahasiswa, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum.
Kepala Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Pameran MTQ Nasional tidak semata-mata sebagai sarana promosi institusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membumikan sains dan ilmu falak di tengah masyarakat.
“MTQ Nasional merupakan momentum yang sangat baik untuk menunjukkan bahwa Al-Qur’an, agama, dan pengembangan ilmu pengetahuan tidak berada dalam ruang yang terpisah. Melalui Planetarium dan Observatorium, kami ingin masyarakat semakin tertarik mempelajari alam semesta, astronomi, dan ilmu falak, sekaligus semakin menyadari kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya,” ujar Arif Royyani.
Dalam tradisi keilmuan Islam, astronomi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kehidupan keagamaan. Penentuan waktu salat, arah kiblat, awal bulan Hijriah, rukyatul hilal, gerhana, hingga penentuan waktu-waktu ibadah merupakan bagian dari kajian yang mempertemukan fikih, hisab, rukyat, dan astronomi.
Stand Interaktif: Bertanya tentang Astronomi, Dapat Souvenir
Salah satu daya tarik Stand Planetarium & Observatorium UIN Walisongo dalam Pameran MTQ Nasional XXXI adalah konsep edukasi interaktif yang melibatkan langsung masyarakat.
Pengunjung tidak hanya melihat display dan menerima informasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdialog dan mengajukan pertanyaan kepada tim Planetarium mengenai berbagai tema, seperti astronomi, planet, tata surya, hilal, teleskop, gerhana, ilmu falak, fenomena langit, hingga berbagai persoalan keislaman yang berkaitan dengan astronomi.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang aktif bertanya dan mengikuti kegiatan edukasi, Stand Planetarium juga membagikan berbagai souvenir menarik kepada para pengunjung.
Souvenir yang disediakan antara lain payung, mug, tumbler, dudukan telepon genggam, gantungan kunci, bolpoin, kipas, serta berbagai hadiah menarik lainnya.
Program “Bertanya Berhadiah” tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena membuat suasana stand menjadi lebih hidup, komunikatif, dan edukatif. Masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, didorong untuk berani bertanya dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap sains dan alam semesta.
Melalui kegiatan ini, Planetarium UIN Walisongo ingin menegaskan bahwa belajar astronomi tidak harus berlangsung dalam suasana formal. Sains dapat dikenalkan melalui pengalaman yang menyenangkan, dialog, permainan edukatif, dan interaksi langsung dengan masyarakat.
MTQ Nasional sebagai Ruang Dakwah Sains
Kehadiran Planetarium dalam MTQ Nasional juga membawa misi dakwah sains. Pengunjung diajak memahami bahwa mempelajari alam semesta merupakan salah satu jalan untuk membaca dan memahami ayat-ayat kauniyah Allah SWT.
Langit, Matahari, Bulan, bintang, planet, serta berbagai fenomena kosmik bukan hanya menarik dari perspektif sains, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan keagamaan.
Karena itu, keberadaan Planetarium & Observatorium UIN Walisongo diharapkan mampu menjadi ruang perjumpaan antara wahyu dan sains, agama dan teknologi, serta pendidikan dan pelayanan masyarakat.
Arif Royyani menambahkan bahwa pendekatan edukasi seperti ini penting terutama bagi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak dan masyarakat datang ke stand bukan sekadar mengambil brosur. Mereka kami ajak bertanya, berdiskusi, melihat, dan mengenal astronomi secara lebih dekat. Souvenir hanyalah bentuk apresiasi. Yang paling penting adalah tumbuhnya rasa ingin tahu dan kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Memperkenalkan UIN Walisongo ke Tingkat Nasional
MTQ Nasional XXXI dihadiri peserta dan delegasi dari berbagai wilayah Indonesia. Momentum tersebut menjadikan pameran sebagai ruang strategis bagi UIN Walisongo Semarang untuk memperkenalkan berbagai inovasi, layanan akademik, dan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat nasional.
Melalui Planetarium & Observatorium, UIN Walisongo menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam juga memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, astronomi, teknologi, penelitian, dan edukasi publik.
Kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke Stand Planetarium semakin memberikan semangat bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas manfaat Planetarium bagi masyarakat.
Selama pameran berlangsung, masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai program kunjungan Planetarium, pertunjukan di dalam dome, pengamatan benda langit, edukasi rukyatul hilal, kegiatan astronomi, serta berbagai program kerja sama dengan sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan komunitas.
Pameran MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 12–19 September 2026 di kawasan Simpang Lima Semarang.
Melalui keikutsertaan tersebut, Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang terus membawa semangat:
“Dari Walisongo, Menatap Semesta.”
Menghadirkan astronomi lebih dekat kepada masyarakat, menumbuhkan rasa ingin tahu, mengembangkan ilmu, dan menguatkan keimanan melalui penghayatan terhadap kebesaran alam semesta.
