Semarang — Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang mengunjungi Stand BAZNAS dalam rangkaian Pameran MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi mengenai peluang sinergi program yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi umat.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Dr. H. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., Kepala Planetarium & Observatorium UIN Walisongo Semarang, bersama Lutfi Ahmad Farid dari Planetarium, serta Dr. K.H. Ahmad Daroji dari BAZNAS.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sambil menikmati secangkir kopi produk binaan BAZNAS, komunikasi berjalan akrab dan produktif. Dari perbincangan tersebut, mengalir berbagai gagasan mengenai kemungkinan sinergi antara program edukasi, pemberdayaan masyarakat, ilmu falak, astronomi, dan pelayanan umat.

Dr. H. Muh. Arif Royyani menyampaikan rasa syukurnya atas silaturahmi yang terjalin baik tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dapat bersilaturahmi dengan BAZNAS dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Sambil menikmati kopi produk binaan BAZNAS, kami berbincang mengenai banyak hal yang bisa disinergikan untuk kemanfaatan umat,” ujar Arif Royyani.
Menurutnya, Planetarium memiliki potensi yang luas untuk terlibat dalam kegiatan edukasi masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat pertunjukan astronomi, Planetarium juga menjadi ruang pembelajaran mengenai langit, teleskop, tata surya, gerhana, rukyatul hilal, kalender Hijriah, serta berbagai aspek ilmu falak yang berkaitan erat dengan kehidupan keagamaan.
Di sisi lain, BAZNAS memiliki pengalaman dan jaringan yang kuat dalam bidang filantropi Islam, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, sosial, serta peningkatan kesejahteraan umat.
Pertemuan dua potensi tersebut dinilai membuka ruang yang baik bagi lahirnya program-program kolaboratif yang berorientasi pada pendidikan dan pemberdayaan.
Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah program edukasi astronomi dan ilmu falak bagi pelajar, santri, anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta kelompok penerima manfaat lainnya. Kegiatan dapat berupa kunjungan edukatif ke Planetarium, pengenalan teleskop, edukasi hilal dan gerhana, hingga program literasi sains bagi generasi muda.
Arif Royyani menambahkan bahwa pemberdayaan umat tidak hanya dapat diwujudkan melalui bantuan yang bersifat langsung, tetapi juga melalui perluasan akses terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan.
“Kami berharap ke depan ada ruang-ruang sinergi yang dapat diwujudkan bersama. Semangatnya adalah bagaimana keberadaan lembaga masing-masing semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Kunjungan Planetarium ke Stand BAZNAS juga memperlihatkan bahwa momentum MTQ Nasional tidak hanya menjadi ruang syiar dan kompetisi Al-Qur’an, tetapi juga menjadi tempat bertemunya gagasan, jejaring, dan kolaborasi antarlembaga.
Bagi Planetarium & Observatorium UIN Walisongo Semarang, silaturahmi tersebut menjadi langkah positif untuk memperluas manfaat lembaga melalui kerja sama yang berorientasi pada pendidikan, dakwah, sains, dan pemberdayaan umat.
Diharapkan, komunikasi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan sehingga melahirkan program-program bersama yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Dari silaturahmi yang hangat, secangkir kopi binaan BAZNAS, dan semangat kebersamaan, tumbuh harapan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.
