Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang terus memperkuat komitmennya menuju perguruan tinggi berkelas dunia melalui pelaksanaan International Accreditation Site Visit oleh ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute), lembaga akreditasi internasional asal Jerman. Salah satu rangkaian penting dalam visitasi tersebut adalah kunjungan para asesor ACQUIN ke Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Ahad Kliwon (12/7/2026).

Kunjungan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN Walisongo Semarang, yaitu Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., didampingi Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III, yang secara langsung mendampingi rombongan asesor selama meninjau berbagai fasilitas unggulan Planetarium dan Observatorium.

Delegasi ACQUIN yang hadir terdiri atas Robert Raback (Senior Consultant dan Project Manager), Ir. Hendy Santoso, Ph.D. (Project Manager), Kristina Beckermann (Project Manager), serta Elisa Garcia Knief, mahasiswa Master of Education in Spanish and English yang turut mendukung proses visitasi internasional. Kehadiran mereka menjadi bagian dari asesmen komprehensif terhadap mutu akademik, tata kelola, serta keunggulan institusi UIN Walisongo dalam memenuhi standar internasional.


Dalam kesempatan tersebut, para asesor memperoleh penjelasan mengenai peran strategis Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani sebagai pusat pengembangan Ilmu Falak, astronomi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta wisata edukasi. Fasilitas ini juga menjadi salah satu ikon keunggulan (distingsi) UIN Walisongo dalam mengintegrasikan ilmu keislaman dengan sains modern.

Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Dr. H. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menjelaskan bahwa Planetarium tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi laboratorium terpadu yang mendukung riset astronomi, observasi benda langit, penentuan waktu ibadah, kalender Hijriah, arah kiblat, hingga edukasi publik bagi masyarakat luas.

“Planetarium dan Observatorium merupakan wujud nyata integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang menjadi karakteristik UIN Walisongo. Kami terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian bertaraf internasional sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu falak dan astronomi, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Selama kunjungan, para asesor berkesempatan melihat secara langsung berbagai fasilitas, di antaranya ruang pertunjukan planetarium, teleskop utama observatorium, perangkat observasi Matahari, sistem pengamatan hilal, laboratorium astronomi, serta berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital yang dikembangkan oleh Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo.

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., menegaskan bahwa proses akreditasi internasional bukan sekadar upaya memperoleh pengakuan global, tetapi juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan budaya mutu, inovasi, dan daya saing institusi.

“Visitasi ACQUIN menjadi bagian dari ikhtiar UIN Walisongo untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan, penelitian, dan tata kelola telah memenuhi standar mutu internasional. Planetarium dan Observatorium menjadi salah satu bukti nyata komitmen kami dalam menghadirkan keunggulan akademik berbasis integrasi ilmu dan teknologi,” ungkapnya.

Melalui rangkaian International Accreditation Site Visit ini, UIN Walisongo Semarang semakin menegaskan langkahnya sebagai perguruan tinggi Islam yang berorientasi global, dengan tetap mempertahankan identitasnya sebagai kampus yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, sains, teknologi, dan kemanusiaan dalam mewujudkan World Class University.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *