Semarang – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dalam memperkuat internasasionalisasi terus diwujudkan melalui berbagai program kolaborasi akademik lintas negara. Salah satunya melalui Program Student & Lecturer Mobility antara Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, yang menghadirkan 20 mahasiswa UTHM untuk mengikuti pembelajaran di Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam program mobilitas akademik internasional yang bertujuan memperluas wawasan keilmuan, mempererat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi, sekaligus memperkenalkan distingsi Ilmu Falak UIN Walisongo kepada sivitas akademika internasional.
Rombongan mahasiswa dan dosen UTHM disambut oleh tim Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai sejarah berdirinya Planetarium dan Observatorium, arah pengembangannya, serta kontribusinya dalam mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional di bidang Ilmu Falak dan Astronomi.
Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Dr. H. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa dan dosen dari luar negeri merupakan bagian penting dari upaya internasionalisasi universitas.
“Internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama, tetapi juga melalui mobilitas mahasiswa dan dosen, pertukaran pengalaman akademik, serta pembelajaran lintas budaya. Planetarium dan Observatorium menjadi salah satu etalase akademik UIN Walisongo untuk memperkenalkan keunggulan Ilmu Falak kepada masyarakat internasional,” ujarnya.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai perkembangan Ilmu Falak di Indonesia, integrasi antara astronomi dan studi keislaman, metode penentuan arah kiblat, hisab dan rukyat dalam penetapan awal bulan Hijriah, serta pemanfaatan teknologi astronomi modern dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Islam.
Para peserta juga diajak mengunjungi berbagai fasilitas unggulan Planetarium dan Observatorium, di antaranya ruang pertunjukan planetarium, observatorium, teleskop astronomi, perangkat observasi Matahari dan hilal, serta laboratorium yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian mahasiswa Program Studi Ilmu Falak UIN Walisongo.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Mahasiswa UTHM aktif berdiskusi mengenai perkembangan astronomi Islam di Indonesia, pengelolaan Planetarium sebagai laboratorium pendidikan, hingga berbagai inovasi yang dikembangkan UIN Walisongo dalam mengintegrasikan ilmu keislaman dengan sains modern. Dialog tersebut menjadi ruang pertukaran wawasan akademik sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antara sivitas akademika Indonesia dan Malaysia.
Program Student & Lecturer Mobility ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen UTHM untuk merasakan secara langsung atmosfer akademik UIN Walisongo. Selain memperluas wawasan keilmuan, kegiatan ini juga menjadi media pertukaran budaya, pengalaman, dan praktik penyelenggaraan pendidikan tinggi antara kedua institusi.
Bagi UIN Walisongo, kehadiran peserta internasional merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan internasionalisasi kampus. Melalui Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani, UIN Walisongo terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi global, tanpa meninggalkan karakter Unity of Sciences yang menjadi ciri khas universitas.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas antara UIN Walisongo Semarang dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), meliputi student and lecturer mobility, student exchange, visiting lecturer, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, hingga pengembangan kurikulum dan inovasi pembelajaran di bidang Ilmu Falak, Astronomi, dan sains keislaman.
Melalui kegiatan ini, Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan Ilmu Falak di Indonesia yang tidak hanya melayani sivitas akademika UIN Walisongo, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan diplomasi akademik bagi mahasiswa, dosen, serta peneliti dari berbagai negara.
Keikutsertaan Planetarium dan Observatorium dalam Program Student & Lecturer Mobility ini sekaligus memperlihatkan kontribusi nyata unit tersebut dalam mendukung agenda internasionalisasi UIN Walisongo. Melalui pembelajaran berbasis praktik, kolaborasi akademik lintas negara, dan penguatan jejaring global, Planetarium dan Observatorium terus berkembang sebagai salah satu ikon akademik UIN Walisongo dalam mewujudkan visi sebagai World Class University.
