Semarang, 22 Oktober 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan edukasi astronomi bertajuk Santri Mengangkasa. Kegiatan ini diikuti oleh peserta kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), santri, pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, serta masyarakat umum.

Para peserta diajak mengenal alam semesta melalui visualisasi tata surya, planet, bintang, dan galaksi di teater kubah planetarium. Selain itu, mereka juga mengikuti observasi Matahari untuk mengenal lebih dekat objek astronomi yang memiliki peran penting bagi kehidupan di Bumi.

Kepala Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menyampaikan bahwa Hari Santri dapat menjadi momentum untuk memperkuat tradisi keilmuan Islam, termasuk ilmu falak dan astronomi.

Menurutnya, ilmu falak telah lama berperan dalam kehidupan umat Islam, antara lain dalam penentuan waktu salat, arah kiblat, dan awal bulan Hijriah. Tradisi tersebut perlu terus dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan teknologi astronomi modern.

Melalui kegiatan ini, Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo berupaya memperkenalkan astronomi kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Pengalaman mengenal langit dan mengamati Matahari diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo sebagai ruang edukasi yang mempertemukan masyarakat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi astronomi, serta menjembatani tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan sains modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *