Semarang, 22 Oktober 2026 — Tim Riset Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang memfasilitasi diskusi penelitian yang membahas strategi memilih jurnal ilmiah, memahami perbedaan akreditasi SINTA dan indeksasi Scopus, serta mengoptimalkan penggunaan Mendeley dalam pengelolaan referensi.
Diskusi diawali dengan pembahasan mengenai perbedaan akreditasi jurnal nasional melalui SINTA dan indeksasi jurnal internasional di Scopus. Pembahasan ini menjadi ruang untuk bertukar pemahaman mengenai karakteristik kedua sistem tersebut sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan target publikasi yang sesuai dengan bidang kajian dan kebutuhan penelitian.
Selanjutnya, diskusi mengulas pemanfaatan fitur filter jurnal pada laman SINTA untuk menelusuri jurnal berdasarkan kriteria tertentu. Fitur ini dapat membantu pencarian jurnal secara lebih terarah, sehingga jurnal yang relevan dengan topik penelitian dapat diidentifikasi sebelum menentukan tujuan publikasi.
Pembahasan juga menyinggung penggunaan Mendeley untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan referensi. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian bersama ialah ketidaksesuaian metadata ketika artikel diunggah ke Mendeley, seperti nama penulis, judul, tahun terbit, dan informasi bibliografis lainnya, yang terkadang masih perlu diperiksa dan diperbaiki secara manual.
Sebagai alternatif, diskusi mengeksplorasi pemanfaatan fitur ekspor sitasi dalam format BibTeX atau RIS melalui Google Scholar maupun fitur sitasi pada laman artikel jurnal. Cara ini dapat membantu memindahkan informasi bibliografis ke Mendeley secara lebih praktis. Kelengkapan metadata, termasuk DOI (Digital Object Identifier), tetap perlu diperiksa agar referensi yang tersimpan akurat dan mudah ditelusuri kembali.
Selain itu, dibahas pula pemanfaatan ekstensi Mendeley pada peramban untuk mempermudah penyimpanan referensi dari laman web. Penggunaan ekstensi ini dapat mendukung pengumpulan informasi publikasi secara lebih efisien, dengan tetap memperhatikan ketepatan metadata yang diimpor dan kesesuaiannya dengan sumber asli.
Diskusi berlangsung secara terbuka dan interaktif melalui pertukaran pemikiran, pengalaman, serta pembahasan berbagai persoalan yang dijumpai dalam proses penelitian dan penulisan ilmiah. Berbagai pandangan yang muncul menjadi bagian dari upaya bersama untuk menemukan cara kerja yang lebih efektif, baik dalam menelusuri literatur, menentukan jurnal tujuan, maupun mengelola referensi.
Melalui forum ini, Tim Riset Planetarium UIN Walisongo Semarang berupaya memfasilitasi ruang belajar bersama untuk mendukung pengembangan kapasitas penelitian dan publikasi ilmiah. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan dapat memperkuat budaya riset serta mendorong proses penelitian yang lebih terarah, efisien, dan bertanggung jawab secara akademik.
